Menu

PTS Juga Perlu Perhatian Ditjen Dikti

  • Written by Super User

Ketua Aptisi Suharyadi. (Foto : Doc Aptisi)

Ketua Aptisi Suharyadi. (Foto : Doc Aptisi)

JAKARTA - Selama ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) membina perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Namun, kenyataannya, pihak PTS merasa ada ketimpangan pembinaan dari Dikti terhadap PTN dengan PTS.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (Aptisi) Suharyadi menyatakan, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) melalui Ditjen Dikti seharusnya tidak timpang dalam pembinaan PTN dengan PTS.

"Bagaimanapun pemerintah berkewajiban agar PTS juga maju, bukan hanya PTN," kata Suharyadi di Kafe Pendopo, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2011).

Dalam diskusi 'Untung Rugi Penghapusan Jalur Mandiri bagi PTS tersebut, Suharyadi menjelaskan, sebagian besar kebijakan pemerintah mengatur kehidupan PTN, hanya sedikit yang mengatur PTS.

"Di masa depan, kalangan PTS juga ingin masuk pemeringkatan dunia, tidak hanya PTN. Dan ini membutuhkan pembinaan yang sama dengan PTN," mantan rektor Universitas Mercu Buana (UMB) itu mengimbuhkan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhadjir Effendi mengamini hal tersebut. Menurutnya, ketika dikotomi PTN dan PTS makin tajam, ada gagasan mengembalikan pembinaan mereka ke satu atap, yakni Kemendiknas.

"Tapi ternyata, pengembalian pembinaan PTS ke Kemendiknas makin memperlebar jurang antara PTN dan PTS," imbuhnya.

Muhadhir berharap, setidaknya ada simpati dari Kemendiknas dalam membina dua institusi pendidikan tinggi tersebut, misalnya dalam pembuatan kebijakan.

"Setidaknya kami juga diberi peluang yang sama untuk meningkatkan kualitas seperti yang dimiliki PTN," kata Muhadjir menandaskan. (rhs)

Info for bonus Review William Hill here.

UNIVERSITAS KARTINI

Jalan Raya Nginden No. 19 - 23, Nginden - Surabaya
No. Telp. (031) 5944462
Fax. (031) 5941954
E-mail unkarsby@gmail.com